Menjelang Lebaran atau Natal, banyak dapur di Indonesia mulai sibuk menyiapkan Nastar, Kastengel, dan Putri Salju. Di tahap belanja bahan, pertanyaan yang sama hampir selalu muncul. Resep meminta mentega putih, tetapi di rumah hanya ada margarin. Apakah boleh diganti? Atau sebaliknya, apakah margarin bisa ditukar dengan mentega putih supaya kue lebih renyah?
Keduanya memang sama-sama lemak padat dan sering dijual berdampingan, tetapi sifatnya cukup berbeda. Perbedaan kecil seperti ada atau tidaknya kandungan air bisa menentukan apakah kue kering Anda renyah, rapuh, melebar, atau justru keras. Artikel ini membahas apa itu mentega putih dan margarin, bagaimana keduanya dibuat, perbedaan margarin dan mentega (butter) yang sering membingungkan, serta lemak mana yang paling tepat untuk setiap jenis kue kering.
Apa Itu Mentega Putih
Mentega putih adalah lemak nabati padat yang hampir seluruhnya terdiri dari lemak, tanpa air, tanpa garam, tanpa perisa, dan tanpa pewarna. Dalam dunia baking, bahan ini lebih dikenal dengan nama shortening. Nama "Shortening" sendiri berasal dari fungsinya, yaitu memendekkan untaian gluten dalam adonan sehingga hasil kue menjadi rapuh dan renyah, bukan liat.
Meski disebut "mentega", bahan ini sebenarnya bukan mentega dalam arti produk susu. Penamaan tersebut lebih karena kebiasaan di pasar, sehingga wajar jika banyak orang tertukar. Beberapa nama lain yang sering Anda temui di resep atau di toko bahan kue antara lain:
- Shortening: istilah umum untuk lemak padat tanpa air yang dipakai dalam pembuatan kue dan roti.
- Margarin putih: sebutan pasar untuk mentega putih karena bentuknya mirip margarin tetapi berwarna putih pucat.
- Lemak nabati padat: nama yang menggambarkan bahan dasarnya, yaitu minyak nabati yang dipadatkan.
Apa Itu Margarin
Margarin adalah emulsi lemak nabati dan air yang dibuat menyerupai mentega susu, baik dari segi tekstur, warna, maupun aroma. Menurut Wikipedia tentang margarin, bahan ini awalnya diciptakan pada abad ke-19 sebagai pengganti mentega yang lebih terjangkau. Hingga kini, margarin menjadi lemak paling umum di dapur rumah tangga Indonesia.
Ada satu hal penting yang perlu diluruskan. Dalam percakapan sehari hari, orang Indonesia sering menyebut margarin sebagai "mentega". Padahal secara teknis, mentega adalah butter, yaitu lemak dari susu sapi. Karena itu, ketika resep menulis "mentega", sebaiknya Anda cek konteksnya, apakah yang dimaksud butter atau margarin.
Mentega Putih dan Margarin Terbuat dari Apa
Kedua bahan ini sama-sama berangkat dari minyak nabati, umumnya minyak sawit dan turunannya. Perbedaannya ada pada proses dan bahan tambahan yang dimasukkan.
Proses Pembuatan Mentega Putih
Minyak nabati dimurnikan terlebih dahulu, lalu diolah agar berubah menjadi padat pada suhu ruang. Pemadatan ini dilakukan dengan memadukan fraksi minyak yang titik lelehnya berbeda, kemudian didinginkan sambil diaduk sehingga terbentuk kristal lemak yang halus. Hasilnya adalah lemak putih yang lembut, mudah dikocok, dan tidak mengandung air sama sekali. Produsen modern melakukan seluruh proses ini di fasilitas tertutup dan higienis agar mutu tiap kemasan tetap seragam.
Proses Pembuatan Margarin
Margarin dibuat dengan mencampur fase lemak dan fase air. Fase lemak berisi minyak nabati yang sudah dipadatkan sebagian, sedangkan fase air berisi air, garam, dan terkadang susu bubuk. Keduanya kemudian disatukan dengan bantuan pengemulsi seperti lesitin, lalu ditambahkan vitamin, pewarna kuning alami seperti beta karoten, serta perisa butter. Standar nasional umumnya mensyaratkan margarin mengandung lemak minimal sekitar 80 persen, dan sisanya sebagian besar adalah air.
Ciri-ciri Mentega Putih dan Margarin
Secara kasat mata, keduanya cukup mudah dibedakan jika Anda tahu apa yang perlu diperhatikan. Berikut ciri-ciri utamanya.
Ciri-ciri Mentega Putih
- Warna: putih pucat atau putih tulang, tidak kuning.
- Tekstur: padat, lembut, dan sedikit berlemak saat dipegang, mirip krim yang kental.
- Aroma dan rasa: nyaris netral, tidak asin dan tidak beraroma butter.
- Perilaku saat dipanaskan: meleleh tanpa memercik karena tidak ada air, dan tetap stabil pada suhu ruang yang hangat.
Ciri paling khas dari mentega putih adalah rasanya yang hambar. Jika dicicip langsung, Anda hanya akan merasakan lemak tanpa rasa gurih atau asin sama sekali.
Ciri-ciri Margarin
- Warna: kuning, dari kuning muda hingga kuning keemasan.
- Tekstur: lebih lembut dan mudah dioles, cepat melunak di suhu ruang.
- Aroma dan rasa: gurih, sedikit asin, dan beraroma butter atau vanila.
- Perilaku saat dipanaskan: sedikit memercik di wajan panas karena kandungan airnya menguap.
Ciri paling mudah dikenali dari margarin adalah aroma nya. Begitu kemasan dibuka, wangi gurih seperti butter langsung tercium.
Perbedaan Mentega Putih dan Margarin
Inilah bagian yang paling menentukan hasil di dapur. Berikut perbedaan mentega putih dan margarin dari beberapa aspek penting:
- Kadar lemak: mentega putih hampir 100 persen lemak, sedangkan margarin sekitar 80 persen lemak.
- Kadar air: mentega putih tidak mengandung air, sementara margarin mengandung air sekitar 16 sampai 18 persen.
- Rasa dan aroma: mentega putih netral, sedangkan margarin gurih, asin, dan wangi.
- Warna hasil kue: mentega putih membuat kue lebih pucat, margarin membantu warna kue menjadi kuning keemasan.
- Tekstur hasil kue: mentega putih menghasilkan kue yang rapuh, renyah, dan ringan, sedangkan margarin menghasilkan kue yang lebih padat dan sedikit lebih keras.
- Bentuk saat dipanggang: adonan dengan mentega putih cenderung mempertahankan bentuk, sementara adonan margarin lebih mudah melebar.
- Ketahanan di suhu ruang: mentega putih lebih stabil, margarin lebih cepat lembek di dapur yang panas.
Mengapa kadar air begitu berpengaruh? Air dalam margarin bereaksi dengan protein tepung terigu dan membentuk gluten. Gluten inilah yang membuat kue terasa lebih padat dan keras. Sebaliknya, mentega putih yang tanpa air melapisi partikel tepung sehingga gluten sulit terbentuk. Hasilnya, kue menjadi rapuh dan lumer di mulut.
Perbedaan Margarin dan Mentega (Butter)
Pertanyaan ini sama populernya, karena banyak orang mengira margarin dan mentega adalah bahan yang sama. Perbedaan utamanya terletak pada sumber lemak. Mentega atau butter dibuat dari lemak susu sapi yang dikocok hingga terpisah dari cairannya, sedangkan margarin dibuat dari minyak nabati.
Dari segi rasa, butter memiliki aroma susu yang lebih dalam dan alami, sementara margarin mengandalkan perisa untuk meniru aroma tersebut. Butter juga lebih cepat meleleh dan harganya jauh lebih mahal. Karena itu, banyak pembuat kue rumahan maupun pelaku usaha memadukan butter dan margarin agar aroma tetap harum tetapi biaya produksi tetap terkendali.
Perbedaan Mentega Putih dan Korsvet
Korsvet atau pastry margarine sering ikut disebut dalam pembahasan ini. Korsvet adalah margarin khusus dengan titik leleh tinggi dan tekstur yang lebih liat, dirancang untuk dilipat berlapis lapis pada adonan Puff Pastry, Croissant, atau Bolen. Mentega putih tidak cocok untuk teknik laminasi semacam ini karena teksturnya terlalu lembut dan mudah menyatu dengan adonan.
Kegunaan Mentega Putih dan Margarin di Dapur
Masing-masing lemak punya peran yang berbeda. Memahami fungsinya akan membantu Anda memilih bahan sesuai hasil yang diinginkan.
Kegunaan Mentega Putih
Mentega putih paling sering dipakai ketika hasil akhir yang dicari adalah tekstur renyah dan bentuk yang rapi. Beberapa penggunaannya antara lain:
- Campuran adonan kue kering dan biskuit agar lebih rapuh.
- Bahan utama buttercream putih untuk hiasan kue ulang tahun, karena warnanya bersih dan stabil di suhu ruang.
- Campuran adonan roti manis supaya remahnya lebih lembut.
- Lemak untuk menggoreng camilan karena tidak memercik dan tahan panas.
- Pengoles loyang sebelum adonan dituang.
Kegunaan Margarin
Margarin lebih serbaguna untuk kebutuhan sehari-hari. Selain untuk baking, margarin juga dipakai dalam masakan:
- Olesan roti tawar dan roti bakar.
- Campuran adonan bolu, cake, dan kue basah agar lembut dan harum.
- Menumis bumbu atau membuat nasi goreng mentega.
- Bahan pembuatan kue kering yang mengutamakan rasa gurih.
- Olesan Martabak Manis dan kue Pukis.
Mana yang Lebih Baik untuk Kue Kering
Jawabannya bergantung pada karakter kue yang ingin Anda buat. Tidak ada satu lemak yang paling unggul untuk semua kue kering. Pada praktiknya, banyak resep andalan justru memadukan keduanya.
Gunakan Margarin untuk Kue yang Mengutamakan Rasa
Kue kering yang rasanya menonjol dan warnanya keemasan sangat terbantu oleh margarin. Kastengel, Lidah Kucing, dan kue Kacang adalah contohnya. Aroma gurih dan sedikit asin dari margarin menyatu dengan keju atau kacang, sehingga rasa kue terasa lebih penuh. Untuk aroma yang lebih mewah, sebagian margarin bisa diganti butter.
Gunakan Mentega Putih untuk Kue yang Butuh Bentuk Rapi
Kue Semprit, kue Sagu Keju, dan kue kering cetak dengan motif detail membutuhkan adonan yang tidak melebar di oven. Mentega putih membantu motif tetap tajam dan tekstur tetap rapuh. Kekurangannya hanya satu, yaitu rasa yang hambar, sehingga sebaiknya tetap dikombinasikan dengan lemak lain yang beraroma.
Padukan Keduanya untuk Hasil Paling Seimbang
Untuk Nastar dan Putri Salju, kombinasi adalah pilihan yang paling aman. Margarin atau butter memberi rasa dan aroma, sementara mentega putih menjaga kue tetap lumer di mulut dan tidak mudah melebar. Sebagai gambaran, banyak pembuat kue memakai perbandingan sekitar 2 bagian margarin atau butter dan 1 bagian mentega putih. Perbandingan ini bisa Anda sesuaikan. Semakin banyak mentega putih, kue semakin renyah tetapi rasanya semakin ringan.
Pertimbangan untuk Usaha Kue Kering
Bagi UMKM yang memproduksi kue kering dalam jumlah besar, konsistensi menjadi kunci. Mentega putih membantu bentuk kue tetap seragam dari satu loyang ke loyang lain, dan kue lebih tahan lama dalam toples karena tidak ada kandungan air yang mempercepat kue melempem. Sementara itu, margarin dengan aroma butter membantu menjaga cita rasa yang disukai pelanggan tanpa harus sepenuhnya bergantung pada butter yang harganya fluktuatif.
Kandungan dan Manfaat Mentega Putih dan Margarin
Keduanya adalah sumber lemak dengan kalori tinggi. Berdasarkan data USDA FoodData Central, 100 gram shortening nabati mengandung sekitar 880 kilokalori, sedangkan margarin dengan kadar lemak 80 persen mengandung sekitar 700 kilokalori. Selisih ini wajar karena sebagian berat margarin adalah air.
Meski tinggi kalori, lemak tetap punya peran dalam pola makan seimbang. Beberapa manfaat praktisnya antara lain:
- Sumber energi padat: lemak menyediakan energi lebih dari dua kali lipat karbohidrat per gramnya.
- Membantu penyerapan vitamin: vitamin A, D, E, dan K larut dalam lemak sehingga lebih mudah diserap tubuh bersama makanan berlemak.
- Sumber vitamin tambahan: banyak margarin diperkaya vitamin A dan D. Memberi rasa kenyang lebih lama: makanan berlemak dicerna lebih lambat.
Meski begitu, konsumsi keduanya tetap perlu dibatasi. Kue kering umumnya tinggi gula dan lemak, sehingga sebaiknya dinikmati secukupnya dan diimbangi dengan sayur, buah, serta protein. Perhatikan pula kandungan lemak trans pada label. WHO menganjurkan agar asupan lemak trans ditekan serendah mungkin karena berkaitan dengan risiko penyakit jantung. Banyak produsen kini sudah memakai teknologi pengolahan yang menekan lemak trans, jadi membaca label adalah langkah sederhana yang sangat membantu.
Kesalahan Umum saat Menggunakan Mentega Putih dan Margarin
Beberapa kesalahan berikut sering membuat kue kering gagal, padahal mudah dihindari:
- Mengganti margarin dengan mentega putih tanpa penyesuaian rasa. Kue akan terasa hambar. Tambahkan sedikit garam, susu bubuk, atau gunakan kombinasi agar rasanya tetap gurih.
- Mengocok margarin terlalu lama. Adonan menjadi terlalu banyak udara, sehingga kue mudah melebar dan retak.
- Memakai margarin yang sudah terlalu lembek. Lemak yang setengah meleleh membuat adonan lengket dan sulit dicetak. Gunakan margarin dalam kondisi dingin tetapi masih bisa ditekan.
- Menganggap mentega putih sama dengan butter. Keduanya sangat berbeda. Butter memberi aroma susu, mentega putih tidak memberi aroma apa pun.
- Menyamakan takaran tanpa memperhitungkan kadar air. Karena margarin mengandung air, mengganti mentega putih dengan margarin dalam jumlah yang sama bisa membuat adonan sedikit lebih basah. Tambahkan sedikit tepung jika adonan terasa lengket.
- Menyimpan kue di toples yang belum benar-benar dingin. Uap air yang terperangkap membuat kue cepat melempem, berapa pun jenis lemaknya.
Cara Menyimpan Mentega Putih dan Margarin
Penyimpanan yang tepat menjaga kualitas lemak tetap baik hingga tanggal kedaluwarsa. Lemak yang rusak akan berbau tengik dan merusak rasa kue.
Mentega putih cukup disimpan di suhu ruang yang sejuk, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung. Karena tidak mengandung air, bahan ini relatif awet. Pastikan kemasan selalu tertutup rapat dan gunakan sendok bersih setiap kali mengambilnya.
Margarin sebaiknya disimpan di lemari es setelah kemasan dibuka, terutama di daerah beriklim panas. Kandungan airnya membuat margarin lebih rentan rusak dibandingkan mentega putih. Keluarkan margarin beberapa menit sebelum dipakai agar teksturnya cukup lunak untuk dikocok.
Tanda lemak yang sudah tidak layak pakai antara lain bau tengik atau apak, perubahan warna, munculnya bintik jamur, dan rasa pahit. Jika menemukan tanda tanda tersebut, sebaiknya bahan dibuang. Untuk memastikan produk yang Anda beli aman, periksa nomor izin edar pada kemasan melalui situs BPOM.
Memilih Mentega Putih dan Margarin Berkualitas
Lemak yang berkualitas akan terasa dari hasil kue. Saat berbelanja, perhatikan beberapa hal berikut. Pertama, pastikan kemasan rapat, tidak penyok, dan tidak bocor. Kedua, cek tanggal kedaluwarsa serta nomor izin edar. Ketiga, perhatikan tekstur saat kemasan dibuka. Mentega putih yang baik berwarna putih merata dan lembut, sedangkan margarin yang baik berwarna kuning seragam tanpa bintik air yang terpisah.
Rose Brand menyediakan rangkaian lemak padat yang lengkap untuk kebutuhan ini dalam kategori margarin dan shortening Rose Brand. Untuk kue kering yang renyah dan bentuknya tetap rapi, Shortening Rose Brand diformulasikan tanpa kandungan air, perisa, maupun pewarna, sehingga cocok untuk kue, biskuit, camilan, hingga menggoreng. Jika Anda membutuhkan lemak yang serbaguna untuk baking dan masakan sehari hari, Margarin Classic Rose Brand memiliki tekstur yang stabil saat diolah dan membantu olahan tetap lembut lebih lama. Sementara untuk aroma butter yang lebih menonjol, Margarin Royal Premium Rose Brand menghasilkan kue yang lebih lembut dan harum.
Sebagai merek lokal yang telah hadir lebih dari 5 dekade dan tumbuh bersama jajan pasar Nusantara, Rose Brand mengolah produknya secara higienis dengan teknologi modern. Pilihan kemasannya pun beragam, mulai dari ukuran rumah tangga hingga kemasan besar untuk kebutuhan usaha dan industri. Produk Rose Brand bisa Anda dapatkan dengan mudah di Shopee, Tokopedia, Lazada, dan Blibli. Dengan memilih lemak yang tepat sejak awal, kue kering Anda akan lebih konsisten, lebih renyah, dan lebih siap menjadi sajian andalan di meja hari raya.
ROSE BRAND