Bagi sebagian orang, Blondo adalah rasa masa kecil. Butiran cokelat keemasan yang tersisa di dasar wajan setelah nenek atau ibu membuat minyak kelapa sendiri, lalu dicomot hangat hangat dengan sedikit garam atau dicampur ke nasi. Sekarang, ketika hampir semua rumah tangga membeli minyak goreng kemasan, Blondo makin jarang ditemui. Padahal rasanya gurih, aromanya khas, dan bahan dasarnya sangat sederhana: santan.
Artikel ini membahas Blondo secara lengkap, mulai dari pengertian dan nama lainnya di berbagai daerah, cara membuat Blondo dari santan di dapur rumah, ciri Blondo yang berhasil, hingga ide olahan yang bisa Anda coba. Ada juga penjelasan tentang kandungannya, kesalahan yang sering terjadi, dan cara menyimpannya agar tidak cepat tengik.
Apa Itu Blondo
Blondo adalah endapan padat yang terbentuk ketika santan kelapa dipanaskan cukup lama hingga airnya menguap dan minyaknya terpisah. Saat proses itu berlangsung, protein dan sebagian padatan dalam santan menggumpal, lalu perlahan berubah warna menjadi kuning keemasan sampai cokelat. Gumpalan inilah yang disebut Blondo. Jadi, Blondo sebenarnya adalah hasil samping dari pembuatan minyak kelapa tradisional, bukan bahan yang sengaja dibuat sendiri sejak awal.
Karena tersebar luas di daerah penghasil kelapa, Blondo punya banyak sebutan. Beberapa nama yang paling sering dijumpai antara lain:
- Blondo: sebutan yang umum di Jawa Tengah dan Yogyakarta.
- Blendo: variasi pengucapan yang juga banyak dipakai di Jawa.
- Galendo: nama di tanah Sunda, terutama terkenal sebagai oleh oleh khas Ciamis.
- Kerak minyak: istilah umum yang menggambarkan endapan sisa pembuatan minyak.
- Tai lale: sebutan masyarakat Lombok untuk ampas minyak kelapa yang sama.
Apa pun namanya, bahan ini merujuk pada hal yang serupa, yaitu sisa padatan santan yang ikut matang bersama proses keluarnya minyak.
Blondo Terbuat dari Apa
Bahan utama Blondo hanya santan kelapa. Santan sendiri merupakan emulsi alami dari air, lemak, protein, dan sedikit karbohidrat yang diperas dari daging kelapa parut. Ketika santan dipanaskan, air di dalamnya menguap sedikit demi sedikit. Emulsi itu kemudian pecah, sehingga minyak kelapa terpisah dan protein santan menggumpal menjadi butiran.
Pada pembuatan minyak kelapa cara tradisional, yang sering disebut minyak kletik atau minyak klentik, proses pemanasan ini berlangsung lama dengan api kecil. Semakin lama dipanaskan, butiran protein makin kering dan warnanya makin gelap. Setelah minyak disaring, butiran yang tertinggal di saringan itulah Blondo.
Perlu dibedakan juga, ada Blondo yang dihasilkan dari pembuatan VCO (virgin coconut oil). Pada VCO, minyak dipisahkan tanpa pemanasan tinggi, misalnya lewat pengendapan atau fermentasi, sehingga Blondo yang tersisa masih basah, pucat, dan rasanya lebih tawar. Blondo yang dibahas dalam artikel ini adalah Blondo hasil pemanasan santan, yang berwarna cokelat, kering, dan gurih.
Ciri-ciri Blondo yang Bagus
Blondo yang berhasil mudah dikenali dari tampilan dan aromanya. Berikut tanda-tanda yang bisa Anda perhatikan:
- Warna: kuning keemasan sampai cokelat muda yang merata, tidak hitam di bagian tertentu.
- Tekstur: berupa butiran atau gumpalan kecil yang agak kering, bisa sedikit renyah di luar dan lembut di dalam.
- Aroma: harum khas kelapa sangrai, gurih, tanpa bau gosong atau bau asam.
- Rasa: gurih alami dengan sedikit manis dari kelapa, tidak pahit.
- Minyak di sekitarnya: jernih kekuningan, menandakan pemanasan berlangsung pas.
Dari semua tanda itu, aroma adalah penentu paling jujur. Blondo yang wangi seperti kelapa sangrai hampir pasti enak, sedangkan Blondo yang berbau gosong biasanya juga terasa pahit.
Cara Membuat Blondo dari Santan
Membuat blondo sebenarnya sama dengan membuat minyak kelapa sendiri. Prosesnya tidak sulit, tetapi butuh kesabaran karena pemanasannya lama dan harus sering diaduk. Anda bisa memulai dari kelapa parut segar atau dari santan kemasan, tergantung waktu dan bahan yang tersedia.
Cara Membuat Blondo dari Kelapa Segar
Cara ini menghasilkan blondo dan minyak dalam jumlah lebih banyak, cocok jika Anda ingin sekalian membuat minyak kelapa sendiri.
Bahan:
- 3 butir kelapa tua, diparut
- Sekitar 1 liter air hangat
- Sedikit garam (opsional, untuk Blondo yang akan langsung dimakan)
Langkah membuat:
1. Campurkan kelapa parut dengan air hangat, remas remas, lalu peras untuk mendapatkan santan kental. Saring agar ampas kelapa tidak ikut.
2. Jika ingin prosesnya lebih cepat, diamkan santan di lemari es beberapa jam atau semalaman. Bagian krim akan naik dan mengental di atas, sedangkan air turun ke bawah. Ambil krimnya saja.
3. Tuang santan atau krim santan ke wajan tebal. Masak dengan api kecil sampai sedang sambil terus diaduk.
4. Setelah air banyak menguap, santan akan mulai pecah dan mengeluarkan minyak.
5. Mulai dari titik ini, kecilkan api dan aduk lebih sering agar dasar wajan tidak gosong.
6. Teruskan memasak hingga gumpalan berubah warna menjadi kuning keemasan atau cokelat muda dan aromanya harum.
7. Matikan api, lalu saring. Minyak yang turun bisa disimpan sebagai minyak kelapa, sedangkan butiran yang tertinggal di saringan adalah Blondo.
8. Tekan perlahan blondo dengan sendok agar sisa minyaknya ikut keluar, lalu biarkan dingin.
Lama memasak sangat bergantung pada jumlah santan dan apakah Anda memakai krimnya saja. Untuk krim santan dalam jumlah kecil, prosesnya bisa selesai dalam setengah jam. Untuk santan kental dalam jumlah besar dengan cara tradisional, prosesnya bisa memakan waktu berjam jam.
Cara Membuat Blondo dari Santan Kemasan
- Bila tidak sempat memarut kelapa, santan kemasan bisa menjadi jalan pintas. Hasil Blondonya memang lebih sedikit, jadi cara ini lebih cocok untuk kebutuhan kecil, misalnya untuk taburan atau satu porsi sambal.
- Tuang santan kemasan ke wajan anti lengket atau wajan tebal. Untuk hasil yang lebih terasa, gunakan santan dalam kemasan besar, misalnya ukuran 1 liter.
- Masak dengan api kecil sambil diaduk. Santan akan mengental, lalu perlahan pecah dan mengeluarkan minyak.
- Aduk terus sampai gumpalan berwarna keemasan dan harum, kemudian saring.
Ada satu hal yang perlu diperhatikan. Sebagian santan kemasan di pasaran mengandung bahan penstabil agar tidak mudah pecah, sehingga waktu pemisahan minyaknya bisa lebih lama. Karena itu, baca komposisi pada label dan pilih santan dengan kandungan kelapa yang tinggi agar proses lebih lancar.
Tips Agar Blondo Tidak Gosong
Kunci Blondo yang enak ada pada kontrol api. Pada praktiknya, banyak orang gagal di tahap akhir karena terburu-buru menaikkan api. Gunakan wajan berdasar tebal agar panas merata, aduk sampai ke dasar dan pinggir wajan, dan angkat sedikit lebih awal ketika warnanya sudah keemasan. Blondo masih akan sedikit menggelap karena panas sisa minyak setelah api dimatikan.
Ide Olahan Blondo
Setelah jadi, Blondo bisa dinikmati langsung atau diolah menjadi berbagai hidangan. Rasanya yang gurih membuatnya cocok untuk lauk, camilan, sampai jajan pasar. Berikut beberapa ide yang bisa Anda coba.
Sambal Blondo
Sambal Blondo adalah olahan yang paling sering dicari. Ulek cabai rawit, bawang merah, bawang putih, sedikit terasi, garam, dan gula merah, lalu campurkan Blondo dan tumis sebentar dengan sedikit minyak kelapa hasil pembuatannya. Teksturnya berbutir dan gurih, sangat cocok dengan nasi hangat dan lalapan.
Ayam Goreng Taburan Blondo
Ayam Blondo pada dasarnya adalah ayam ungkep berbumbu kuning yang digoreng, lalu ditaburi Blondo yang sudah ditumis bersama bawang putih. Hasilnya mirip ayam goreng kremesan, tetapi aromanya lebih wangi kelapa. Taburan Blondo juga bisa dipakai untuk tempe atau tahu goreng.
Pepes dan Botok Blondo
Campurkan Blondo dengan bumbu halus, kemangi, daun salam, dan sedikit kelapa parut, lalu bungkus dengan daun pisang dan kukus. Olahan seperti ini menjadi lauk sederhana yang khas pedesaan dan cara yang baik untuk menghabiskan blondo dalam jumlah agak banyak.
Jadah dan Jenang Blondo
Di Solo dan sekitarnya, Blondo dikenal sebagai pendamping jadah dan jenang. Jadah blondo bahkan masih disajikan dalam upacara adat seperti tedak siti, meskipun kini makin jarang dijumpai. Jadah yang legit dari ketan berpadu dengan Blondo yang gurih manis, sehingga rasanya seimbang. Untuk versi praktis di rumah, adonan jadah bisa dibuat dari tepung ketan yang dikukus lalu diuleni hingga kalis.
Blondo Manis ala Galendo
Galendo dari Ciamis biasanya diolah menjadi camilan manis. Caranya, Blondo dimasak kembali dengan gula merah atau gula pasir hingga gula meleleh dan menyelimuti butiran, lalu dipadatkan dan dipotong. Camilan ini cocok ditemani teh atau kopi tanpa gula.
Topping Serabi dan Kue Tradisional
Blondo bisa menjadi taburan Serabi, kue Cucur, atau aneka jajan pasar lainnya. Taburkan sesaat setelah kue matang agar teksturnya tetap terasa. Sentuhan kecil ini memberi rasa gurih tambahan tanpa perlu banyak bahan baru.
Kue Kering Blondo
Blondo yang sudah ditumbuk bisa dicampurkan ke adonan kue kering sebagai pengganti sebagian kacang atau kelapa kering. Beberapa kegiatan pengabdian masyarakat bahkan mengembangkan Cookies Blondo sebagai camilan bergizi untuk anak, karena kandungan proteinnya cukup baik.
Taburan Nasi, Bubur, dan Mie
Cara paling sederhana adalah menjadikan Blondo sebagai taburan. Tumis Blondo dengan bawang putih dan sedikit garam, lalu taburkan di atas nasi hangat, bubur ayam, atau mie rebus. Selain itu, Blondo juga enak dicampur ke nasi goreng kampung.
Kandungan dan Manfaat Blondo Kelapa
Sebagai endapan dari santan, Blondo mengandung protein, lemak, sedikit karbohidrat, serat, dan mineral yang berasal dari daging kelapa. Kandungan pastinya berbeda-beda tergantung cara pembuatan dan seberapa banyak minyak yang masih tertinggal. Sebagai gambaran, salah satu kajian tentang usaha minyak kelapa mencatat kadar protein blondo sekitar 16,9 persen, angka yang cukup tinggi untuk bahan yang selama ini sering dianggap sisa.
Beberapa manfaat praktis Blondo antara lain:
- Menambah asupan protein nabati pada menu harian dengan cara yang murah.
- Memberi rasa gurih alami pada masakan, sehingga penggunaan penyedap bisa dikurangi.
- Memanfaatkan seluruh bagian santan, sehingga tidak ada bahan yang terbuang.
- Menjadi bahan camilan dan kue yang bernilai jual untuk usaha rumahan.
Meski begitu, Blondo tetap tergolong padat energi karena masih menyimpan cukup banyak minyak. Nikmati dalam porsi wajar sebagai pelengkap, bukan sebagai bahan utama setiap hari, dan imbangi dengan sayur, lauk lain, serta makanan bergizi seimbang.
Perbedaan Blondo dengan Bahan Lain
Blondo sering tertukar dengan beberapa olahan kelapa lain yang tampilannya mirip. Padahal asal dan karakternya cukup berbeda.
Blondo dan Ampas Kelapa
Ampas kelapa adalah serat parutan kelapa yang tersisa setelah santannya diperas. Teksturnya kering dan berserat, rasanya hambar. Blondo justru berasal dari santan itu sendiri, yaitu protein yang menggumpal saat santan dipanaskan. Karena itu Blondo terasa jauh lebih gurih dan lembut dibanding ampas kelapa.
Blondo dan Serundeng
Serundeng dibuat dari kelapa parut yang disangrai bersama bumbu hingga kecokelatan. Bahan dasarnya kelapa parut utuh, sehingga teksturnya masih berserat. Blondo tidak dibuat dengan cara disangrai dan tidak berserat, melainkan berupa butiran halus dari santan yang matang dalam minyaknya sendiri.
Blondo Minyak Kletik dan Blondo VCO
Keduanya sama-sama hasil samping pembuatan minyak kelapa, tetapi prosesnya berbeda. Blondo minyak kletik terbentuk lewat pemanasan, sehingga warnanya cokelat dan rasanya gurih. Blondo VCO terbentuk tanpa pemanasan tinggi, sehingga masih basah, pucat, lebih tawar, dan lebih cepat basi jika tidak segera diolah.
Blondo dan Galendo
Secara bahan, Blondo dan Galendo sebenarnya sama. Perbedaannya lebih pada sebutan daerah dan cara penyajian. Galendo khas Ciamis umumnya sudah diolah menjadi camilan, sering kali dengan tambahan gula, sedangkan Blondo di Jawa lebih sering dipakai sebagai lauk, sambal, atau pendamping jadah.
Kesalahan Umum saat Membuat Blondo
Proses membuat Blondo memang sederhana, tetapi ada beberapa kesalahan yang sering membuat hasilnya kurang memuaskan:
- Api terlalu besar. Bagian bawah cepat gosong sementara air di atas belum habis menguap. Gunakan api kecil sampai sedang dari awal.
- Jarang diaduk. Padatan santan cenderung menempel di dasar dan pinggir wajan.
- Aduk rutin, terutama ketika minyak mulai keluar.
- Terlambat mengangkat. Blondo yang sudah cokelat tua di wajan akan makin gelap setelah api mati. Angkat saat warnanya keemasan.
- Memakai wajan tipis. Panas yang tidak merata membuat sebagian Blondo gosong dan sebagian lagi masih basah.
- Tidak ditiriskan. Blondo yang masih banyak minyak lebih cepat tengik. Tekan dan tiriskan dengan baik setelah disaring.
- Memakai santan yang sudah asam. Santan yang terlalu lama di suhu ruang akan menghasilkan Blondo berbau asam. Gunakan santan segar atau kemasan yang belum lewat tanggal kedaluwarsa.
Cara Menyimpan Blondo
Blondo masih mengandung minyak, sehingga mudah tengik jika disimpan sembarangan. Biarkan Blondo benar-benar dingin, lalu masukkan ke wadah kedap udara yang bersih dan kering. Pada suhu ruang yang sejuk, Blondo kering sebaiknya dihabiskan dalam beberapa hari. Di lemari es, daya simpannya bisa lebih panjang, kira-kira satu sampai dua minggu.
Untuk penyimpanan lebih lama, bagi Blondo ke dalam beberapa wadah kecil dan simpan di freezer, lalu keluarkan secukupnya saat akan dipakai. Selalu gunakan sendok kering setiap kali mengambil Blondo agar tidak terkontaminasi.
Buang Blondo bila muncul bau tengik atau asam, rasa pahit yang menyengat, lendir, atau jamur. Prinsip ini sejalan dengan anjuran keamanan pangan dari BPOM untuk tidak mengonsumsi makanan yang sudah menunjukkan tanda kerusakan. Blondo VCO yang masih basah perlu perhatian lebih karena kadar airnya tinggi, sebaiknya langsung diolah atau dikeringkan pada hari yang sama.
Memilih Santan Berkualitas untuk Membuat Blondo
Karena Blondo sepenuhnya berasal dari santan, kualitas santan menentukan hasil akhirnya. Santan yang baik memiliki warna putih bersih, aroma kelapa yang segar, rasa gurih tanpa asam, dan kekentalan yang cukup. Semakin tinggi kandungan kelapanya, semakin banyak minyak dan Blondo yang bisa Anda dapatkan.
Untuk kebutuhan yang praktis dan konsisten, Santan Kelapa Rose Brand dapat menjadi pilihan. Santan ini diolah dari kelapa pilihan dengan proses yang higienis dan teknologi modern, serta tersedia dalam ukuran 65 ml, 200 ml, dan 1 liter. Ukuran kecil pas untuk masakan harian, sedangkan kemasan 1 liter lebih cocok jika Anda ingin mencoba membuat Blondo atau memasak dalam jumlah besar. Rose Brand sendiri adalah merek lokal yang sudah menemani dapur Indonesia sejak tahun 1970-an dan konsisten mendukung pelestarian kuliner Nusantara, dari jajan pasar sampai masakan bersantan khas daerah.
Produk Rose Brand mudah didapatkan di toko resmi Shopee, Tokopedia, Lazada, dan Blibli, sehingga stok santan untuk dapur rumah maupun usaha kuliner bisa terjaga. Jika Anda mencari inspirasi lain, ada juga ulasan tentang olahan santan kelapa yang populer untuk menu harian keluarga. Dengan santan yang tepat dan sedikit kesabaran di depan kompor, Anda bisa menghidupkan kembali rasa Blondo yang gurih, baik untuk lauk keluarga maupun sebagai produk camilan khas yang layak dijual.
ROSE BRAND