Ada jajanan tertentu yang begitu dicicipi langsung membawa ingatan kembali ke depan gerbang sekolah dasar. Cilok yang kenyal, Cireng yang garing di pinggir, Gemblong yang manis lengket, atau kue Cubit yang hangat dari cetakan. Kabar baiknya, sebagian besar jajanan itu ternyata dibuat dari dua bahan yang sangat sederhana dan murah, yaitu tepung beras dan tepung tapioka. Dua tepung ini menjadi tulang punggung banyak jajan pasar dan camilan anak sekolah karena harganya terjangkau, mudah didapat, dan menghasilkan tekstur yang khas.
Artikel ini mengumpulkan 15 ide jajanan SD yang bisa Anda buat sendiri di rumah dari tepung beras dan tepung tapioka. Sebagian dikukus, sebagian digoreng, sebagian lagi cukup diaduk dan dimasak di wajan. Semuanya dipilih karena bahannya ringkas dan langkahnya bisa diikuti bahkan oleh yang jarang masak. Selain lebih hemat dibanding beli jadi, membuat sendiri juga memberi Anda kendali penuh atas kebersihan dan takaran gula serta minyaknya.
Kenapa Tepung Beras dan Tepung Tapioka Cocok untuk Jajanan Anak
Sebelum masuk ke resepnya, ada baiknya memahami kenapa dua tepung ini begitu sering muncul di dunia jajanan tradisional. Pemahaman singkat ini akan membantu Anda memilih tepung yang tepat untuk hasil yang diinginkan.
Tepung beras dibuat dari beras yang digiling halus. Sifatnya lembut dan menghasilkan tekstur yang padat namun tetap empuk, sehingga cocok untuk kue basah dan jajanan yang dikukus. Tepung beras adalah bahan utama di balik kue Cubit, Serabi, kue Mangkok, hingga Cendol.
Tepung tapioka, yang di banyak daerah disebut tepung kanji atau tepung aci, dibuat dari sari pati singkong. Ciri khasnya adalah menghasilkan tekstur kenyal dan liat ketika terkena panas dan air. Sifat inilah yang membuat Cilok, Cireng, dan Pentol punya gigitan yang khas. Jika Anda ingin tahu lebih jauh soal perbedaan kedua bahan ini, Rose Brand punya pembahasan lengkap tentang jenis tepung untuk berbagai kebutuhan dapur.
Kombinasi keduanya sering dipakai bersama. Tepung beras memberi struktur, tepung tapioka memberi kekenyalan. Banyak resep jajanan legendaris justru mengandalkan perpaduan dua tepung ini dalam takaran tertentu.
Jajanan SD dari Tepung Tapioka
Kelompok pertama ini didominasi tekstur kenyal dan gurih. Inilah jajanan yang paling banyak dijajakan di kaki lima depan sekolah, mulai dari yang direbus sampai yang digoreng garing.
1. Cilok
Cilok adalah singkatan dari aci dicolok, dan menjadi ikon jajanan sekolah di banyak daerah. Adonannya cukup dari tepung tapioka, sedikit tepung terigu, air panas, bawang putih, dan garam. Setelah dibentuk bulat dan direbus hingga mengapung, Cilok disajikan dengan saus kacang, kecap, atau saus sambal. Teksturnya yang kenyal dan mengenyangkan membuatnya jadi favorit sepanjang masa.
2. Cireng
Cireng atau aci digoreng, adalah saudara Cilok yang renyah. Adonannya mirip, tetapi dibentuk pipih lalu digoreng hingga bagian luarnya garing sementara dalamnya tetap sedikit kenyal. Cireng paling nikmat disantap hangat dengan bumbu rujak atau saus sambal cabai rawit. Anda juga bisa menambahkan isian seperti ayam suwir atau sosis untuk versi yang lebih mengenyangkan.
3. Cimol
Cimol, singkatan dari aci digemol, adalah bola-bola kecil dari tepung tapioka yang digoreng hingga menggembung. Kuncinya ada pada minyak yang masih dingin saat Cimol dimasukkan, lalu api dinaikkan perlahan agar tidak meletus. Setelah matang, Cimol ditaburi bumbu bubuk pedas, keju, atau balado. Camilan ini sangat populer karena murah dan gampang dibuat dalam jumlah banyak.
4. Pentol
Pentol adalah bola kenyal yang biasa dijual dengan gerobak keliling. Adonannya memadukan tepung tapioka dengan sedikit tepung terigu dan bumbu, kadang ditambah daging cincang untuk versi yang lebih premium. Setelah direbus, pentol disajikan dengan kuah kaldu hangat atau langsung dicocol saus dan kecap. Bagi anak sekolah, Pentol adalah camilan yang mengenyangkan dengan harga sangat ramah kantong.
5. Kerupuk Aci Rumahan
Kerupuk dari tepung tapioka bisa dibuat sendiri tanpa alat khusus. Adonan tepung tapioka, bawang putih, dan garam dikukus, diiris tipis, dijemur, lalu digoreng hingga mekar. Meski butuh kesabaran untuk proses penjemuran, hasilnya adalah kerupuk renyah tanpa pengawet yang jauh lebih sehat. Ini juga kegiatan seru untuk mengisi akhir pekan bersama anak.
6. Ongol-ongol Tapioka
Ongol-ongol adalah jajan pasar kenyal berwarna cokelat dari gula merah yang dibalut kelapa parut. Meski versi klasiknya memakai tepung sagu, tepung tapioka bisa menjadi pengganti yang mudah didapat dengan hasil kekenyalan yang serupa. Adonannya dimasak hingga mengental, dicetak, lalu digulingkan di atas kelapa parut kukus. Rasa manis legit dan tekstur kenyalnya selalu mengingatkan pada jajanan masa kecil.
7. Getuk Lindri Tapioka
Getuk umumnya dibuat dari singkong, tetapi tekstur kenyal lembutnya bisa didekati dengan campuran tepung tapioka. Adonan dikukus, diberi pewarna alami dan gula, lalu dicetak memanjang seperti mie tebal. Taburan kelapa parut di atasnya menyempurnakan rasa. Getuk Lindri adalah contoh jajanan tradisional yang tetap digemari lintas generasi.
Jajanan SD dari Tepung Beras
Berbeda dengan kelompok tapioka yang kenyal, jajanan dari tepung beras cenderung lebih lembut dan empuk. Banyak di antaranya adalah kue basah manis yang cocok untuk bekal atau camilan sore.
8. Kue Cubit
Kue Cubit adalah jajanan legendaris yang dibuat dari adonan tepung beras atau campuran tepung, telur, gula, dan susu, lalu dimasak di cetakan khusus berlubang bulat. Namanya berasal dari cara mengambilnya yang seperti dicubit dari cetakan. Sajikan setengah matang agar bagian tengahnya lembut, lalu taburi meses atau keju. Aroma manis kue Cubit yang baru matang sulit ditolak siapa pun.
9. Serabi
Serabi adalah kue tradisional dari adonan tepung beras dan santan yang dimasak di cetakan tanah liat atau wajan kecil. Bagian bawahnya sedikit garing sementara atasnya empuk berpori. Serabi bisa disajikan manis dengan kuah kinca gula merah atau gurih dengan taburan oncom. Perpaduan tepung beras dan santan kelapa inilah yang memberi Serabi rasa dan tekstur khasnya.
10. Kue Mangkok
Kue Mangkok atau Apem Mangkok adalah jajan pasar yang mekar merekah di bagian atasnya, sering disebut membawa keberuntungan. Adonannya dari tepung beras dengan tape atau ragi sebagai pengembang alami, dikukus dalam cetakan kecil. Warnanya yang cerah dan bentuknya yang menggemaskan membuatnya selalu menarik perhatian anak-anak. Teksturnya lembut dengan sedikit rasa asam segar dari fermentasi.
11. Kue Cucur
Kue Cucur punya ciri khas bagian tengah yang tebal dan empuk dengan pinggiran yang tipis dan renyah. Adonannya dari tepung beras dan gula merah cair yang digoreng dalam minyak. Menggoreng Cucur butuh sedikit teknik agar bentuknya bulat sempurna, tetapi rasanya sepadan dengan usaha. Kue Cucur adalah jajanan pasar yang manisnya legit dan mengenyangkan.
12. Nagasari
Nagasari adalah kue basah dari tepung beras dan santan yang diisi potongan pisang, lalu dibungkus daun pisang dan dikukus. Aroma daun pisang yang berpadu dengan pisang matang memberi rasa harum yang khas. Teksturnya lembut, kenyal ringan, dan tidak terlalu manis, sehingga cocok untuk segala usia. Nagasari termasuk jajan pasar yang selalu ada di meja hajatan.
13. Cendol
Cendol adalah bahan utama es dawet yang menyegarkan di siang hari. Butiran hijaunya dibuat dari tepung beras yang dimasak hingga mengental, lalu ditekan melalui cetakan berlubang ke dalam air dingin agar terbentuk. Disajikan dengan santan, gula merah cair, dan es serut. Cendol menjadi jajanan yang sempurna untuk cuaca panas. Membuatnya sendiri memungkinkan Anda mengatur kekenyalan dan tingkat manisnya.
14. Kue Talam
Kue Talam adalah kue dua lapis, biasanya lapisan bawah manis dan lapisan atas gurih dari santan. Adonannya memadukan tepung beras dengan sedikit tepung tapioka agar teksturnya lembut sekaligus sedikit kenyal. Kue ini dikukus lapis demi lapis sehingga tampilannya cantik dan menggugah selera. Talam adalah bukti bahwa perpaduan dua tepung menghasilkan tekstur yang lebih menarik.
15. Gemblong Manis
Gemblong sebenarnya lebih sering memakai ketan, tetapi banyak versi rumahan memadukan tepung beras dan tepung tapioka untuk mendapatkan bagian dalam yang empuk dengan luar yang renyah. Setelah digoreng, gemblong dilapisi gula merah kental hingga mengkilap. Rasa manis karamelnya dan tekstur lengket kenyalnya membuat Gemblong jadi camilan sore yang memuaskan.
Tips agar Jajanan Buatan Sendiri Berhasil
Membuat jajanan dari tepung beras dan tepung tapioka sebenarnya mudah, tetapi ada beberapa hal kecil yang menentukan hasil akhir. Perhatikan poin-poin berikut agar hasilnya tidak mengecewakan:
- Gunakan air panas untuk adonan tapioka. Air panas membantu tepung tapioka lebih cepat kalis dan menghasilkan tekstur kenyal yang pas untuk Cilok dan Cireng.
- Jangan terlalu banyak tepung tapioka pada kue kukus. Terlalu banyak tapioka membuat kue menjadi keras dan liat, bukan lembut. Ikuti perbandingan resep dengan cermat.
- Saring adonan tepung beras yang cair. Untuk Serabi atau Cendol, menyaring adonan membantu menghilangkan gumpalan agar hasilnya halus.
- Kukus dengan api sedang dan tutup dibungkus kain. Uap air yang menetes bisa merusak permukaan kue basah, jadi bungkus tutup panci dengan kain bersih.
- Goreng Cimol dari minyak dingin. Memasukkan Cimol saat minyak masih dingin lalu menaikkan api perlahan mencegahnya meletus.
Manfaat Membuat Jajanan Sendiri di Rumah
Selain nostalgia, ada alasan praktis kenapa membuat jajanan sendiri layak dicoba. Dari sisi kesehatan, Anda bisa mengontrol jumlah gula, garam, dan minyak, serta memastikan tidak ada pengawet atau pewarna berlebihan. Tepung beras dan tepung tapioka sendiri merupakan sumber karbohidrat (https://www.healthline.com/nutrition/tapioca) yang menyediakan energi, meski sebaiknya tetap diimbangi dengan lauk bergizi lain.
Dari sisi ekonomi, membuat sendiri jauh lebih hemat, apalagi jika dibuat dalam jumlah banyak untuk stok camilan seminggu. Kegiatan ini juga bisa menjadi momen menyenangkan bersama anak, sekaligus cara memperkenalkan mereka pada kekayaan jajan pasar Nusantara. Bagi sebagian orang, keterampilan ini bahkan berkembang menjadi peluang usaha kecil yang menjanjikan.
Memilih Tepung yang Tepat untuk Jajanan
Kualitas jajanan sangat dipengaruhi oleh kualitas tepungnya. Tepung beras yang baik berwarna putih bersih, halus, tidak menggumpal, dan tidak berbau apak. Begitu pula tepung tapioka berkualitas yang terasa halus, kesat, dan bersih tanpa bau asam.
Untuk hasil yang konsisten, banyak pembuat jajanan rumahan maupun pelaku UMKM kuliner mengandalkan produk Rose Brand. Sebagai merek lokal Indonesia dengan pengalaman lebih dari 45 tahun, Rose Brand memproduksi tepung beras dan tepung tapioka yang diproses secara higienis dengan teknologi modern, sehingga teksturnya stabil dan cocok untuk berbagai resep tradisional. Produknya tersedia dalam berbagai ukuran kemasan, dari kebutuhan rumah tangga hingga skala usaha, dan bisa dibeli dengan mudah melalui Shopee, Tokopedia, dan Bukalapak. Dengan bahan yang tepat, jajanan buatan Anda akan lebih dekat dengan rasa dan tekstur yang selama ini dirindukan.
玫瑰牌